Untuk memudahkan, judul tersebut disingkat menjadi TBMIMLIILTTHTIL. Mengapa kawahyu ngebahas materi yang gak penting seperti ini? Ini sebagian yang pernah saya alami, tapi sudah diatasi dengan sukses. Intinya adalah: Setiap orang pernah berada pada posisi yang salah, lebih seringnya salah dalam mengambil keputusan. Wajar, itu sifat alami manusia. Sayangnya setelah mengambil keputusan dan ternyata hasil akhir tidak sesuai dengan output yang diinginkan, kegagalan tersebut sering dianggap pengalaman, “Lah! keun wae, keur pangalaman”. Bagaimana kalo keputusan yang anda ambil dan ternyata keputusan tersebut salah, dimana keputusan yang salah tersebut menyebabkan hilangnya nyawa anda. “Lah! keun wae, paeh oge pangalaman..”
Talk Less Do More
Oktober 15, 2008Jadi ke ingetan lagi, beberapa bulan lalu kawahyu dolan ke Bandung, di daerah Rancaekek ada baligo besar berisi iklan rokok. Semua iklan sama saja kan, untuk mencari konsumen sebanyak mungkin. Entah masih ada atau tidak iklan itu sekarang setelah isu nasional hadir diantara kita yaitu fatwa MUI mengenai rokok. Slogannya lumayan juga: “Talk Less Do More”. Disebelahnya ada tulisan kecil berisi terjemahan dari bahasa Linggis tersebut, ini khusus untuk orang lokal yaitu “Sedikit Bicara Banyak Kerja”, Sebuah pribahasa. Untuk siapa pribahasa tersebut?? Lalu kawahyu mikir kerjaan apa yang menuntut orang untuk tidak banyak bicara selama bekerja. Bagaimana dengan penyiar radio,mc,pengajar yang dalam pekerjaannya dituntut untuk banyak bicara?!
Ditulis oleh kawahyu
Ditulis oleh kawahyu