Ini cerita mengenai kisah-kisuh waktu jaman kuliah dulu, banyak kejadian yang akhirnya membuat saya sadar mengenai sesuatu yaitu yang benar dan yang salah. Cerita ini diawali dalam suatu session perkuliahan Metode Numerik, dimana kami semua para cowok yang rata-rata Gondrong Jadul sedang mengerjakan latihan soal yang diberikan dosen. Saya lihat dosen sedang memeriksa tugas yang kami kumpulkan, sementara kami mengerjakan soal, dosen saya bertanya:
“Ini tugasnya kok nyaris sama semua yah?” tanya dosen, suasana hening, lalu..
“Hasil BElajar kElompok, Bapak!” celetuk si Ucok asal medan, asal bunyi dan sambil cengir-cengir.
“Oo, begitu. Tapi kok bisa sama semua yah?” tanya dosen Metnum bingung,
“Kerja sama-sama, Pak!” kata Cimot Tegal dengan logat medok-nya. Geerrr semua nyengir, lalu..
“Kerja sama-sama atau nyontek sama-sama?” tanya dosen lagi pura-pura bego.
“Nyontek sama-sama, Pak!” sambar senior di ujung belakang yang ngulang Metnum untuk ke 2x-nya
“Oo, Pantas…jawabannya Salah Semua!!”
Apa Susahnya Nggak Nyontek
November 24, 2008Pahlawan
November 12, 2008Dua hari lalu negeri kita memperingati Hari Pahlawan. Memperingati karena diperingatkan untuk memperingati atau Memperingati karena Ingat.. Ingat akan susahnya mendapatkan kemerdekaan yang sekarang kita nikmati. Ingat akan susahnya membangun sampe menjadi kehidupan sekarang ini.. Intinya dari Peringatan Hari Pahlawan, bukan sekedar mengingat tapi meresapi apa makna dibalik Hari Pahlawan itu.
Secara ceremonial, peringatan hari Pahlawan identik dengan Upacara dan Tabur Bunga saja, haru biru pilu yang terjadi saat acara tabur bunga dengan diiringi lagu “..betapa hatiku tak kan piluuuu.. telah gugur pahlawanku…” seakan tanpa rasa setelah keluar dari taman makam pahlawan, going home kembali beraktifitas seperti biasa. Mungkin pula lupa dengan tulisan di batu nisan, yang tadi kita taburi bunga makamnya.
Let Me Life My Live
November 11, 2008Bulan ini bulan November Rain-nya Guns ‘N Roses banget yaa. Pokoknya selalu saja Basah setiap pulang kerumah. Let Me Life My Live, kalimat tersebut terpikirkan begitu saja saat kepala ini lagi mumet, pusing, rieut karena banyak kerjaan dan banyak pekerjaan yang memang menuntut harus dikerjain. Katanya, orang kalo gak sibuk gak bisa disebut orang, tipe-tipe hardolin lah. Orang yang banyak kerjaan juga gak layak disebut orang, kan bukan robot. Aneh yaa, dunia ini..
By the way, Let Me Live My Life, in my opinion kira-kira artinya “biarlah aku hidup dengan caraku..” Salut sekali kalo ada orang yang sudah mencapai taraf hidup sosial seperti itu, Two thumb up deh. Gak peduli orang lain yang penting bisa hidup sesuai maunya. Bayangin.. Apa bisa?! Susah ya! Wong kita ini makhluk sosial, gak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Jadi rasanya susah menerapkan Let Me Live My Life dalam kehidupan kita kecuali kita punya kemampuan untuk itu, misalanya GILA atau KAYA.
Ditulis oleh kawahyu
Ditulis oleh kawahyu
Ditulis oleh kawahyu