Terus terang, menunggu 9/4 (nine of fourth - sembilan april) tidak semenarik menunggu tanggal akad nikah. Saat Menunggu tanggal akad nikah biasanya banyak sekali yang dipikirkan (selain yang por-on por-on tentunya) misalnya menghapal kalimat ijab yang mendebarkan itu… Tapi kenapa ya tidak ada perasaan yang sama saat menanti pemilu nanti, kayaknya biasa-biasa aja.. malah banyak pertanyaan yang belum terjawab.. misalnya Kenapa sekarang harus mencontreng bukan mencoblos? padahal dengan mencoblos kita bisa mengepresikan ‘kekesalan’ kita terhadap calon wakil rakyat tersebut.. menurut saya, justru dengan mencontreng maka pemilu jadi nggak asik lagi.. karena saya sudah bosan mencontreng lembar jawaban tugas dan ujian mahasiswa saya.. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mencontrengnya? disini tidak jelas aturannya, sosialisasinya terpusat di satu tempat saja (di lapang samping pegadaian untuk kota kita tercinta). Ada yang bilang katanya yang dicontreng nomor calegnya, mencontrengnya juga jangan sampe keluar garis, tapi contoh-contoh di poster-poster caleg pinggir jalan terlihat berbeda dan tidak sesuai dengan aturan. Mana yang betul kalo begitu, tidak jelasnya batasan mengenai cara mecontreng yang benar bisa membuat bingung. Pertanyaan terakhir adalah..
Ditulis oleh kawahyu