Apa Bisamu?

Mei 26, 2009

Vita nostra brevis est,
Brevi finietur;
Venit mors velociter,
Rapit nos atrociter;
Nemini parcetur,
Nemini parcetur.

Baca entri selengkapnya »


Sore ini Hujan..

Mei 12, 2009

Hari ini hujan? memang kenapa kalo sore ini, pagi tadi, atau nanti malam hujan? Sepertinya itu hal yang wajar selama hujannya dalam bentuk air atau dalam bentuk es. Kalo hujan dalam bentuk duit recehan? sangat tidak wajar. Inilah hal yang wajar mengenai hujan:

Baca entri selengkapnya »


Koalisi Setengah Hati

Mei 5, 2009

Ah.. di tipi makin ramai saja. Seperti tulisan saya sebelumnya dalam Blog yang jarang di update ini, saya berpikir bahwa penentu maju mundurnya negara ini berada di tangan ‘mereka-mereka’ (yang merintah) bukan di tangan ‘meriki-meriki’ (yang diperintah). Nah bagaimanapun ‘mereka-mereka’ itu harus ada yang ngatur juga supaya bisa memberikan yang terbaik buat ‘meriki-meriki’. Ibarat pohon Teh, maka pucuknya yang penting.

Gak aneh juga kan kalo melihat situasi politik di negara kita yang serba gak menentu, penuh tanda tanya, dan kita gak pernah tau mau dibawa kemana sih kita ini oleh ‘mereka-mereka’. Apalagi sebentar lagi mau ada Pilpres, tambah riweuh saja orang-orang diatas sana. Mengenai masalah Pilpress yang akan datang, banyak sekali kabar-kabar dari panggung politik yang serba mengagetkan. Misalnya si A di pasangkan dengan si B, Si C berpasangan dengan D dan seterus. Pilpres nya aja belum dimulai sudah banyak spekulasi-spekulasi dini yang menyatakan bahawa jika si Anu yang menang maka indonesia bakal begini-begono dst dst. Jika si Inu yang menang, aset negara bakal hilang lagi.

Bagus tidaknya pasangan pimpinan tergantung dari visi mereka, kalo mereka punya tujuan yang mulia (tidak mengejar profit semata) mungkin bakal banyak yang milih, kalo mereka punya niat yang suci untuk memajukan negara ini, pasti di ridhoi. Tapi kita tidak pernah tahu niat dihati mereka. Maka repotlah ‘meriki-meriki’ untuk memilih pasangan yang tepat dan sesuai selera. Jangan-jangan salah pilih.

Tiap-tiap partai saling berkoalisi, berhitung hasil perolehan suara pemilu kemaren. Yang dapet suaranya dikit, mulai membentuk barisan dan mengkalkulasi bakal perolehan suara jika Pilpress selanjutnya. Kebnayakan justru membawa kepentingan partai masing-masing. Asalkan ada wakilnya yang duduk sebagai ‘mereka’, maka cicis partai aman-aman saja. Partai ‘Ini’ berkoalisi dengan partai ‘Itu’ mengusung si Anu untuk menjadi Pres atau Cawapres. ‘mereka’ sibuk, ‘meriki’ semakin bingung memilih. Susah mencari pimpinan yang memang mau bekerja menggunakan seluruh hati untuk negeri ini.