Batik 02102009

September 30, 2009

Nah.. setelah perdebatan panjang, akhirnya ada titik terang megenai Batik sebagai budaya ‘tak benda’ milik Indonesia. Tak Benda disini maksudnya adalah budaya meliputi budaya lisan, seperti cerita dan bahasa, seni pentas, adat istiadat, pengetahuan tentang semesta, dan kerajinan tradisional. Mudah-mudahan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization-UNESCO tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi nanti tidak ingkar janji untuk menetapkan pengakuan representative list of intangible cultural heritage of humanity yaitu pengakuan bahwa Batik diakui sebagai warisan dunia atau warisan kemanusiaan yang dihasilkan dari bangsa Indonesia, bukan warisan bangsa Malaysia.

Ini langkah maju untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia di mata internasional setelah sebelumnya Keris dan Wayang mendapat pengakuan yang sama mudah-mudahan Angklung, Tari Pendet bahkan Reog Ponorogo dan semua karya budaya Bangsa Indonesia bisa mendapat pengakuan yang sama sebelum di Klaim ‘lagi‘ oleh Malaysia.

Oleh karena itulah, untuk menghormati dipatenkannya Batik sebagai warisan budaya tak benda oleh Dunia, Bapak Presiden kita yang terhormat, SBY, mengharapkan masyarakat memakai batik pada tanggal 2 Oktober 2009 sebagai penghormatan. Kita sebagai Rakyat harus mendukung itu tentunya.. Yuks rame-rame kita pake batik..


Aku Nggak Benci FB, Cuma…

September 9, 2009

Banyak saudara-saudara, rekan, dan bahkan mahasiswa/wi saya bertanya mengenai apakah saya punya account di Facebook. Anda tahu Facebook? itu loh, situs pertemanan yang lagi trend “saat ini”. Ketika beberapa bulan yang lalu saya di tanya itu, dengan jujur dan bangga saya jawab, “Nggak Punya!” ini jawaban untuk orang yang tau kalo saya termasuk orang IT atau saya jawab “Aduh maaf, saya gak punya account di Facebook, pake internet nya aja gak bisa..” nah yang ini jawaban untuk orang yang saya perkirakan gak tahu kalo setiap hari saya selalu online selama 10 menit atau kadang-kadang 5 jam.

Baca entri selengkapnya »


Gempa Tasikmalaya

September 3, 2009

Saat terjadi gempa berskala 7,3 tersebut saya sedang berada di jalan untuk pulang kerumah kira-kira 200 meter dari kantor. Soo ketika berada di lampu merah pertama, saya merasakan sedikit goyangan pada Miss Gray motor kesayangan saya. Saya kira ban belakang kempes, saat melihat orang-orang berhamburan keluar dari rumah dan pertokoan disamping kanan kiri, saya baru sadar telah terjadi sesuatu, karena rata-rata orang-orang yang berhamburan kejalan tersebut melindungi kepala dan mendongak keatas, saya pun melihat keatas mencari sesuatu di balik awan yang saat itu memang lagi mendung, saya berharap menemukan pesawat UFO! pikiran konyol pertama yang terlintas di kepala. Goyangan masih terasa, dan semakin dahsyat saat melihat tiang lampu merah bergoyang dengan hebat.  Tanpa pikir panjang, tanpa mempedulikan lampu merah yang menyala merah di tiang yang sedang bergoyang tersebut, saya kebut motor untuk satu tujuan..

Baca entri selengkapnya »


Belum Beres..

September 2, 2009

Beberapa hari lalu saya sempat teriak… CIHUYY!! akhirnya bebas juga dari beban kerja yang tidak biasa. Bayangkan saja sejak awal Juni sampe akhir Agustus, beban kerja saya sangat Rrruarrr Biasaa, datang pagi ke kampus, pulang selalu diatas jam 9 malam, bahkan sempat jarum jam pendek menyentuh angka 1 dinihari. Tidak melihat matahari tenggelam dari balik jendela rumah jadi kebiasaan. Imbasnya adalah..

Baca entri selengkapnya »


Siapa Ya?

Juli 4, 2009

Ah.. ini dia yang lagi enak dipikirin. Siapa Ya..? Siapa Sih..? Siapa Dong..?
Siapa yang sebaiknya di contreng 8 Juli nanti? Semua orang udah punya pilihan masing-masing, bahkan Sujiwo Tejo pun yang konon selalu GolPut sekarang bakal ikut nyontreng, hehehe. Artinya dia sudah punya pilihan kan. Bagaimana dengan Anda?

Baca entri selengkapnya »


Koalisi Setengah Hati

Mei 5, 2009

Ah.. di tipi makin ramai saja. Seperti tulisan saya sebelumnya dalam Blog yang jarang di update ini, saya berpikir bahwa penentu maju mundurnya negara ini berada di tangan ‘mereka-mereka’ (yang merintah) bukan di tangan ‘meriki-meriki’ (yang diperintah). Nah bagaimanapun ‘mereka-mereka’ itu harus ada yang ngatur juga supaya bisa memberikan yang terbaik buat ‘meriki-meriki’. Ibarat pohon Teh, maka pucuknya yang penting.

Gak aneh juga kan kalo melihat situasi politik di negara kita yang serba gak menentu, penuh tanda tanya, dan kita gak pernah tau mau dibawa kemana sih kita ini oleh ‘mereka-mereka’. Apalagi sebentar lagi mau ada Pilpres, tambah riweuh saja orang-orang diatas sana. Mengenai masalah Pilpress yang akan datang, banyak sekali kabar-kabar dari panggung politik yang serba mengagetkan. Misalnya si A di pasangkan dengan si B, Si C berpasangan dengan D dan seterus. Pilpres nya aja belum dimulai sudah banyak spekulasi-spekulasi dini yang menyatakan bahawa jika si Anu yang menang maka indonesia bakal begini-begono dst dst. Jika si Inu yang menang, aset negara bakal hilang lagi.

Bagus tidaknya pasangan pimpinan tergantung dari visi mereka, kalo mereka punya tujuan yang mulia (tidak mengejar profit semata) mungkin bakal banyak yang milih, kalo mereka punya niat yang suci untuk memajukan negara ini, pasti di ridhoi. Tapi kita tidak pernah tahu niat dihati mereka. Maka repotlah ‘meriki-meriki’ untuk memilih pasangan yang tepat dan sesuai selera. Jangan-jangan salah pilih.

Tiap-tiap partai saling berkoalisi, berhitung hasil perolehan suara pemilu kemaren. Yang dapet suaranya dikit, mulai membentuk barisan dan mengkalkulasi bakal perolehan suara jika Pilpress selanjutnya. Kebnayakan justru membawa kepentingan partai masing-masing. Asalkan ada wakilnya yang duduk sebagai ‘mereka’, maka cicis partai aman-aman saja. Partai ‘Ini’ berkoalisi dengan partai ‘Itu’ mengusung si Anu untuk menjadi Pres atau Cawapres. ‘mereka’ sibuk, ‘meriki’ semakin bingung memilih. Susah mencari pimpinan yang memang mau bekerja menggunakan seluruh hati untuk negeri ini.


Pingin Nulis, Ah!

Maret 11, 2009

Ah! diantara kesibukan yang menyibukkan, keinginan untuk menulis itu masih tetap ada. Setiap hari ngurusin berkas-berkas-dan-berkas, bobolokot spidol, rapat-rapat, laboratorium yang perlu segera di peluk. Ahhh.. ternyata masih banyak lagi yang belum di kerjain. 10 jam kerja perhari gak cukup untuk menyelesaikan semua itu. Terbentur dana, biaya dan lagi-lagi ”waktu” yang disalahkan. Tapi keinginan menulis itu masih ada. Masih ada sedikit waktu untuk menulisi blog ini, terlepas dari menulisi tugas mahasiswa dengan nilai, terlepas dari menulis Proposal Penelitian yang sudah dead line.. dan menulisi semua hal.. termasuk menulisi takdir untuk masa depan… Yuk nulis yuk.. nggak perlu yang panjang-panjang.. sedikit-sedikit aja dulu. Dari kata menjadi kalimat, dari kalimat menjadi paragraf, dari paragraf menjadi bab, dari bab menjadi buku, dari buku menjadi tau, dari tau menjadi ilmu, dari ilmu menjadi.. keinginan untuk tetap menulis.. intinya yang penting nulis..