Back To Nature?

Aneh bin asaib! Pemerintah menggalakkan agar kita rahayat biasa ini beralih menggunakan kompor berbahan bakar Gas untuk kebutuhan rumah tangga menggantikan kompor minyak tanah. Alasannya simpel karena sumber daya minyak bumi mulai menyusut, yang dampaknya kelangkaan minyak dan juga minyak bakal mahal dipasaran. mengapa mahal? karena minyak langka dan orang butuh, jadi dibikin mahal supaya untung besar. Hal ini di antisipasi lebih dulu oleh Amrik dengan mencaplok Iraq demi berbarel-barel minyak untuk konsumsi sendiri dan juga untuk dijual buat ngegantiin dana yang dah keluar jor-joran buat ekspansi ke Iraq. Nah lalu posisi kita dimana?

kita cuma konsumen-men, berapapun harga minyak kita beli (karena butuh, mirip-mirip orang sakau). Lho kita kan punya kilang minyak sendiri? Yup betul, cuma gak jelas untuk siapa.. Sebelum kejadian, makanya pemerintah ngajak supaya rahayat mulai melirik bahan bakar selain minyak buat konsumsi rumah tangga, ya Gas lah alternatifnya. Saking semangatnya, eksplorasi gas di nusantara pun dimulai. Hasilnya.. Oo, Lapindo mbudal. Justru disaat-saat kita lagi butuh alternatif bahan bakar inilah yang bikin kita sengsara. Harga minyak (buat dapur) jadi naik, kita dipaksa pake Gas. Oke! Gas diterima.. buat dapetin 1 tabung gas 12 kg aja sulitnya Mak minta ampun… itu baru minyak buat dapur, pegimana dengan minyak buat transportasi.. Kita perlu alternatif lain, perlu alternatif lain buat mengantisipasi menyusutnya minyak langkanya gas. LISTRIK! nah inilah yang mungkin bisa kita manfaatin. Tapi tunggu dulu! listrik bisa buat masak? bisa, kan ada kompor listrik. Listrik bisa buat mobil? bisa, cari aja di Google. Listrik bisa nyedot duit bulanan? Bisa! kalo kelebihan pake listrik (lebih tinggi dari rata-rata penggunaan listrik nasional sesuai kelasnya) kita kena DENDA! Mak.. mahal banget hidup ini.

Tapi saudara-saudara, jangan kuatir.. Kakek saya yang tinggal di pelosok sana bilang: “Back To Nature aja atuh! hidup di kampung, serba murah. Masih banyak kayu buat masak, masih ada munding buat jalan-jalan, masih ada cempor buat gantiin lampu..” Lalu aku tanya: “Kalo Cempor bahan bakarnya apa Kek?!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: