Musim Di Bulan Ramadhan

Beberapa hari lalu bertemu suara (di telpon) sama rekan yang dah lama gak ketemu. Biasalah namanya juga ngobrol di telepon, percakapan pasti diawali dengan “halow-halow”. Selanjutnya ngobrol ngalor ngidul memanfaatkan peak time yang nggak bakal nyedot pulsa. 20 menit ngobrol, bibir dah berbusa, telinga rada panas, bete juga kan, Ujung-ujungnya karena nggak ada lagi yang enak dijadiin topik pembicaraan. Aku nanya “Usum naon di lembur?!” pertanyaan yang biasa-biasa aja sebenarnya. Justru yang lucu adalah jawabannya: “Usum Buah..“, Ya Iyalah, kalo lagi puasa mungkin dia jawab Musim Kolak-Musim Lapar-Musim Taraweh, jawaban yang sangat biasa-biasa saja. Sama biasanya kalo kita ngejawab Musim Duren, Musim Rambutan, Musim Kawin.. Sedikit sekali orang yang memberikan jawaban dengan sesuatu yang berhubungan dengan CUACA.

Saat ini, terus terang saja informasi keadaan cuaca yang lagi saya butuhkan. Mengapa? karena keadaan cuaca dapat mempengaruhi kualitas Puasa seseorang. Misalkan di Bogor lagi musim hujan, kebayangkan gimana merananya orang-orang yang kebetulan tinggal disana dan dalam keadaan dingin saat lagi puasa membayang Kopi Susu mengepul-ngepul, atau betapa nikmatnya tidur berselimut tebal saat puasa. Cuaca dingin membuat Puasa jadi nggak berasa kecuali lapar dan ngantuk saja. Tapi coba di daerah yang lagi Kepanasan, kebayangkan peluh menetes-netes saat lagi kerja, dan iler menetes-netes saat membayangkan segarnya Es Bojong. Puasa jadi berasa tersiksa.

Apapun kondisi cuacanya, Alloh tetap maha adil. Sengaja di bagi-bagikan-Nya cuaca ke kita, ada yang kebagian Panas ada yang kebagian Dingin saat bulan Puasa semata-mata untuk melihat Ketaqwaan kita. Ada yang bilang di bulan Ramadhan semua Jin dan Setan dikurung (disuatu tempat yang VVIP). Justru setan yang sesungguhnya ada pada diri orang yang sedang berpuasa dan juga keadaan lingkungan sekitar sebagai pengompor menghasut iman kita. Lalu kondisi cuaca ideal seperti apa yang cocok buat orang berpuasa? jawabanya semua kondisi cuaca sama saja, tergantung masing-masing orang. Ada orang betah berpuasa di daerah panas ada juga yang betah berpuasa di daerah dingin, malahan ada yang lebih suka berpuasa di daerah yang adem-ayem.. Yang mana pilihan anda??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: