Apa Susahnya Nggak Nyontek

Ini cerita mengenai kisah-kisuh waktu jaman kuliah dulu, banyak kejadian yang akhirnya membuat saya sadar mengenai sesuatu yaitu yang benar dan yang salah. Cerita ini diawali dalam suatu session perkuliahan Metode Numerik, dimana kami semua para cowok yang rata-rata Gondrong Jadul sedang mengerjakan latihan soal yang diberikan dosen. Saya lihat dosen sedang memeriksa tugas yang kami kumpulkan, sementara kami mengerjakan soal, dosen saya bertanya:
“Ini tugasnya kok nyaris sama semua yah?” tanya dosen, suasana hening, lalu..
“Hasil BElajar kElompok, Bapak!” celetuk si Ucok asal medan, asal bunyi dan sambil cengir-cengir.
“Oo, begitu. Tapi kok bisa sama semua yah?” tanya dosen Metnum bingung,
“Kerja sama-sama, Pak!” kata Cimot Tegal dengan logat medok-nya. Geerrr semua nyengir, lalu..
“Kerja sama-sama atau nyontek sama-sama?” tanya dosen lagi pura-pura bego.
“Nyontek sama-sama, Pak!” sambar senior di ujung belakang yang ngulang Metnum untuk ke 2x-nya
“Oo, Pantas…jawabannya Salah Semua!!”

Gubrag! alamat nggak bener neh! semua pasrah. Sepertinya Dosen ini sudah menganalisa sejak lama mengenai seringnya kami berbagi jawaban tugas (hampir sama semua dari urutan dan gaya menjawab pertanyaan). Dan sayangnya mengapa di tiga tatap muka akhir semester dia membeberkan hasil temuannya. Artinya.. kami tidak punya banyak kesempatan untuk memperbaiki cara kami belajar dan mengerjakan tugas. Di akhir semester terbukti.. 80% peserta tidak lulus perkuliahan Metode Numerik. Yang lulus dari angkatan kami hanya 1 orang, yaitu “sumber” setiap jawaban untuk tugas Metode Numerik, karena dia memahami soal yang diberikan dan terbiasa mengerjakan tugas sendiri sehingga tidak kerepotan menjawab soal-soal Ujian. Selain dia, semua senior yang mengulang lulus semua. Entah faktor apa yang membuat mereka lulus. Apakah karena mereka “Senior”, atau karena rambut mereka lebih gondrong dibandingkan rambut kami, atau.. entahlah! mungkin mereka lulus karena pernah ikutan matakuliah ini sebelumnya meskipun belum lulus, setidaknya mereka ini rata-rata sudah paham dan memiliki informasi yang lebih banyak mengenai perkuliahan ini, mungkin juga karena soal ujian sudah pernah dibahas di perkuliahan mereka di tahun lalu.

Nah semenjak itu saya sadar bahwa: “Nyontek Adalah Usaha“, yaitu suatu cara bersifat negatif dan tidak sportif untuk mendapatkan suatu hasil sebaik mungkin. Disekitar kita seringkali bisa di temui, misalnya mencontek gaya rambut dan dandanan artis. Tapi kebanyakan mencontek dinisbahkan dalam bidang akademik, misalnya dalam ujian di sekolah atau di kuliahan, mencontek pada saat ujian atau mencontek jawaban tugas seseorang. Mencontek kadang diplesetkan dengan membandingkan jawaban kita dengan jawaban teman. Terpujikah Mencontek?! tentu tidak terpuji, semua yang berbentuk plagiat dalam dunia akademik ada sangsinya. Sangsi Moral dan Sangsi Sosial.

Saya yang termasuk kedalam kelompok yang tidak lulus, merasakan bahwa mencontek itu gak baik. Perlu usaha keras agar tidak tergoda untuk mencontek. Sulit, untuk mereka yang sudah kecanduan mencontek. Saya selalu berusaha menekankan pada diri sendiri untuk berkata “Apa Susahnya Sih Nggak Nyontek..” kata-kata tersebut seperti jimat untuk selalu berusaha keras. Intinya adalah BELAJAR! apa yang harus dipelajari? disinilah kita harus pintar-pintar mengatur strategi dalam mengambil matakuliah, mengikuti perkuliahan, dan menjalani aturan perkuliahan. Semua harus dilakukan dengan strategi yang mantap. Kenali suatu mata kuliah dari berbagai sudut termasuk siapa pengajarnya. Cari informasi sebanyak mungkin mengenai matakuliah tersebut. Pilah-pilah dan pelajari pokok pikiran utama dan goal yang ingin dicapai dari perkuliahan tersebut. Setelah semua terkumpul, PELAJARI! Dengan cara itu akhirnya saya lulus di matakuliah Metnum meskipun lulus ketika SP.
Kalo cara tersebut masih gagal, ulangi lagi tahun depan..😀

3 Responses to Apa Susahnya Nggak Nyontek

  1. hehehe says:

    wah… haha topic yg ini nyindir anak2x sekelas nih hahaha… tp gpp pa.. memang kok kita bnyk nyontek gara2 kepepet sangat susah.. :D…. nah itu pa … jangan abis uas donk… kalo nilai2 uts kemaren pada jelek, saya pgn minta tugas perbaikan… kalo ntar dapet C kan males banget ngulang nya… >.< .. mksd bapa kalo error perbaiki gmn? kan di Rational rose g bisa liat bener erornya, emg cara periksanya gmn? Rational Rose kayak Visio ya pa?

  2. kawahyu says:

    @hehehe
    Topik ini sudah mengendap kurang lebih 2 bulan sebelum akhirnya saya tebarkan. Toh pada akhirnya mencontek tidak pernah lepas dari kehidupan kita, betulkan! Kadang hasil ketika tidak mencontek lebih buruk daripada hasil ketika mencontek, itu wajar.. susah untuk jadi sempurna. Di dunia kita boleh dinilai kecil karena kejujuran kita, tapi kita harus ingat, kita dinilai lebih tinggi untuk akhirat karena kejujuran kita. Nah setelah kita bisa menyerap isi dari apa yang saya tulis, saatnya kita mempraktekkan bahwa kita bisa dengan kemampuan kita sendiri. Mengenai Rational Rose, pelajari aja modulnya sampe khatam..

  3. Ichsan Luga says:

    kalo udah kepepet gini :3 :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: