Cuma Bisa Berdo’a

Akhir-akhir ini, setiap hari, kalo sedang tidak di kampus saya selalu mantengin TVone, mencari perkembangan terakhir Palestina vs Israel. Blog-Blog tetangga juga banyak menyoroti berita seputar perang intifadhah ini. Setiap kali ada berita memilukan, kita ikut-ikutan pilu. Setiap kali ada berita tentang kemunduran dan kegagalan Israel, kita ikut senang dan bahkan tidak sedikit yang menyumpahi, “Mampus Lu!

Sekarang ini, diberitakan pula bagaimana dukungan yang masyarakat internasional yang tidak memihak Israel terhadap Palestina. Acara-acara pengumpulan dana digelar, hari kemarin Indonesia pun melakukan itu. Satu jam acara berlangsung terkumpulah dana kurang lebih 2 milyar atau setara 11 ribuan dollar. Ini adalah suatu bentuk solidaritas kita bangsa indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Ini adalah dukungan kita secara materil untuk para calon syuhada di Palestina.

Membicarakan Palestina akhir-akhir ini hanya seperti katalis obrolan yang berujung pada semangat untuk berjuang dan mengharap mati syahid. Aksi yang dilakukan tidak terlepas dari stiker, jaket, ikat kepala bisa dibilang hanya sekedar atribut saja. Bahkan nasyid-nasyid pun bercerita tentang gagah perkasanya para pejuang intifadhah di Palestina sana. Tidak ada yang salah dengan atribut tersebut karena bisa dijadikan simbol pengingat, yang dikhawatirkan adalah bila perjuangan berhenti pada atribut saja.

Kita disini di belahan yang jauh pun punya semangat dan memiliki keinginan untuk (mendapat surga dengan jalan pintas yaitu) Jihad. Tapi sepertinya hal itu cuma angan-angan saja. Sulit sekali untuk dilakukan. Lebih baik kita alihkan keinginan kita untuk berjihad di Palestina sana dengan mencurahkan segenap waktu yang kita miliki yaitu diantara waktu istirahat kita dengan Berdo’a, berdo’a, berdo’a, berdo’a…

Berdo’a untuk saudara-saudara Palestina kita untuk bersabar atas cobaan yang kini menerpa, Berdo’a untuk para syuhada yang gugur di medan laga Palestina, Berdo’a untuk saudara-saudara bangsa Israel agar di berikan ampunan dan dibukakan pintu hati untuk menghentikan agresinya. Disini kita cuma bisa berdo’a, berdo’a, dan berdo’a. Semoga Alloh mengabulkan do’a kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: