Nyontreng Siapah Ya??

Terus terang, menunggu 9/4 (nine of fourth –  sembilan april) tidak semenarik menunggu tanggal akad nikah. Saat Menunggu tanggal akad nikah biasanya banyak sekali yang dipikirkan (selain yang por-on por-on tentunya) misalnya menghapal kalimat ijab yang mendebarkan itu… Tapi kenapa ya tidak ada perasaan yang sama saat menanti pemilu nanti, kayaknya biasa-biasa aja.. malah banyak pertanyaan yang belum terjawab.. misalnya Kenapa sekarang harus mencontreng bukan mencoblos? padahal dengan mencoblos kita bisa mengepresikan ‘kekesalan’ kita terhadap calon wakil rakyat tersebut.. menurut saya, justru dengan mencontreng maka pemilu jadi nggak asik lagi.. karena saya sudah bosan mencontreng lembar jawaban tugas dan ujian mahasiswa saya.. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mencontrengnya? disini tidak jelas aturannya, sosialisasinya terpusat di satu tempat saja (di lapang samping pegadaian untuk kota kita tercinta). Ada yang bilang katanya yang dicontreng nomor calegnya, mencontrengnya juga jangan sampe keluar garis, tapi contoh-contoh di poster-poster caleg pinggir jalan terlihat berbeda dan tidak sesuai dengan aturan. Mana yang betul kalo begitu, tidak jelasnya batasan mengenai cara mecontreng yang benar bisa membuat bingung. Pertanyaan terakhir adalah..

Siapa yang akan saya contreng? Calegnya tidak saya kenal, saya gak yakin bisa membawa aspirasi rakyat disamping kepentingan pribadi, jadi ngapain milih calegnya, mending milih partainya.. Tapi partai yang mana?? Setiap partai pasti punya program kerja, Setiap partai pasti punya Caleg.. Artinya partai yang menang nanti pasti sudah punya caleg yang nanti mengemban tugas partai atau setidaknya harus mendahulukan kepentingan partainya diatas kepentingan pribadi.. Repot yaa.. Jadi intinya adalah kalo anda kurang percaya sama Calegnya, percayalah sama partainya..

Tetap pertanyaan bermuara kepada partai mana yang akan dipilih.. nah hal ini harus berlandaskan cita-cita pemilu yang LUBER (Langsung Umum Bebas dan Rahasia) bukan yang EMBER (wadah aer), jadi saya tidak akan menyebutkan nama partainya dan nama perorangan di tulisan ini dengan maksud untuk memilih partai yang paling aspiratif menurut saya. Banyak partai yang mengiklankan diri di televisi (kayak iklan sabun aja) dengan harapan yang sama seperti yang dialami Obama. Tapi realistis dong, masalah di negeri ini banyak sekali.. jadi harus step by step tidak mungkin sekaligus masalah bisa di bereskan.. Lihat permasalahan yang paling krusial itu ada dimana..? KORUPSI itu yang masalah pertama harus diselesaikan.. dimana proporsi paling banyak terjadinya korupsi..? di Legislatif tentunya.. semakin banyak anggota legislatif yang mengemban tugas partai untuk memberantas korupsi berarti mempersempit ruang anggota Legislatif yang lain untuk melakukan korupsi. Bagaimana dengan level Eksekutif, mereka kan cuma perpanjangan tangan orang-orang Legislatif.. yaa jadi sama aja. Jadi pilihlah partai yang paling berani memberantas korupsi..

Untuk Legislatif saya akan milih partai ITU, karena paling berani memberantas korupsi. Sedangkan Eksekutifnya saya pilih si ANU karena sudah terbukti mampu sedikit demi sedikit memperbaiki kondisi bangsa tapi perlu waktu untuk membereskan semuanya.. pelan tapi pasti. Jadi pilih siapa dong..?!

Ini jadi polemik lagi, harus tetap melihat kondisi politik tanah air, harus melihat siapa berkoalisi dengan siapa dan siapa diusung oleh siapa.. Misalnya saya menyukai partai ITU tapi dia berkoalisi dengan partai lain sehingga mengusung si ANU yang tidak saya sukai, sedangkan peluang menangnya diatas 35% maka lebih baik saya Golput.. Karena aturan pemilu sekarang ini rada ribet.. cuma partai yang menang ‘sekian persen’ suara yang boleh mengajukan calon presiden, bagaimana jika Calon presidennya tidak sesuai dengan keinginan kita.. yang pentingmah partainya menang dulu supaya bisa mengajukan calon presiden..

supaya gak salah pilih, 9/4 masih sekitar seminggu lagi jadi tetap pantau berita.. karena perkembangan politik bisa berubah setiap saat secara drastis..

9 Responses to Nyontreng Siapah Ya??

  1. dmonx says:

    pasti…

    pemilu sekarang rumit,,, au ah gelap mending nonton si baim tarzan cilik daripada nonton partai2 wong cilik…
    hehe_

  2. kawahyu says:

    @dmonx
    Betul bro, pemilu sekarang rumit banget. Kampanyenya aja gak rame sudah pasti pemilunya juga gak rame. Mungkin yang rame mah pas Quick Count, itu juga kalo Quick Count di bolehkan..

  3. hehehe says:

    duh binggung pa kalo suruh milih.. Rakyat Kecil
    said “Mereka Hanya Mengumbar Janji-Janji Palsu” :D… heheheheh….

    pa, nyalonin jadi caleg donk pasti nanti saya pilih…

  4. kawahyu says:

    @hehehe
    Jadi caleg? ada sih yang nawarin, tapi yaa gitu deh. Emang gitu tuh, omongan partei mah gak bisa di pegang, Nggak ada yang namanya ‘demi kepentingan rakyat’, yang ada tuh demi kepentingan partei, golongan, pribadi dan yang se-ide dengan mereka. Jaman sekarang mah jadi caleg tuh seperti cari kerja aja atau gak ada bedanya dengan bisnis. Itung aja berapa sih uang yang mereka keluarin buat jadi caleg.. kalo kepilih nanti, selanjutnya mulai deh itungan-itungan ‘Break Event Point’ ama ‘Balik Modal’. Tapi tenang.. untuk yang Gagal konon rumah sakit di Bogor sudah siap menampung pasien stress hehehe

  5. dmonx says:

    gak kebayang dah ribet nya ntar petugas TPS-nya, lah nyari satu buah contrengan di kertas segede gaban.haha_

  6. hehehe says:

    yang bilang “demi kepentingan rakyat” banyak pa… tapi kan cuma bilang hehehe…
    kalo gitu golput aja y😀 … wah… pa kok ngobrolin politik, binggung eung mahasiswa teknik ngobrolin politik betul gk man…

  7. dmonx says:

    ho’oh… asa gak nyambung teknik ma politik… ^_^

    tapi sebagai warga negara indonesia yang baik dan bnar ya seharusnya kita mendukung…

    seenggaknya mendukung pelaksanaannya,, walupun gak mendukung caleg nya.hehe_

  8. kawahyu says:

    @dmonk
    @hehehe
    Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dianggap Golput, pertama dia emang tidak tercantum dalam daftar pemilih, kedua dia emang tercantum tapi karena suatu hal tidak bisa mengikuti pemilihan, ketiga dia emang terdaftar tapi sengaja gak milih, keempat dia terdaftar dan ikut memilih tapi sengaja disalahkan contrengannya. Jadi tinggal kitanya aja mau pake cara yang mana (ini bukan ngajarin untuk golput lho!)
    Anak teknik ngobrolin politik? nyambung lagi.. justru dari orang-orang teknik politik jadi berkembang, karena pola pikir untuk mengkalkulasi nya yang dijadikan tolak ukur untuk memprediksi. Soekarno aja lulusan ITB.. Yang turun demo biasanya anak teknik kan?

  9. hakem2edu says:

    mending nyontreng hasil uts ntar sir…

    biar dpt A smua…. hihihi.. peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: