Sore ini Hujan..

Hari ini hujan? memang kenapa kalo sore ini, pagi tadi, atau nanti malam hujan? Sepertinya itu hal yang wajar selama hujannya dalam bentuk air atau dalam bentuk es. Kalo hujan dalam bentuk duit recehan? sangat tidak wajar. Inilah hal yang wajar mengenai hujan:

Bagaimana Terjadinya Hujan?

Prose terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, kita bisa mengetahui informasi mengenai tahap-tahap pembentukan hujan. Pembentukan hujan itu berlangsung dalam tiga tahap yaitu naiknya bahan baku hujan ke udara, terbentuknya hujan, dan turunnya hujan.

Bisa dilihat bahwa proses terjadinya hujan diawali dari bahan baku hujan berupa butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Alquran.

Terjadinya Hujan menurut Al-Quran

Al-Quran mempunyai teori sendiri tentang pembentukan hujan, dalam surat Ar-Rum [30]: 48,  “Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

Tahap Pertama: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

Tahap Kedua: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

Tahap Ketiga: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Terjadinya Hujan menurut Ilmuwan

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

Tahap Pertama: Pergerakan awan oleh angin dimana Awan-awan dibawa dan berpindah ditiup angin.

Tahap Kedua: Pembentukan awan yang lebih besar yaitu awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

Tahap Ketiga: Pembentukan awan yang bertumpang tindih yaitu ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya.

Yang Terlupa

Dalam ayat Al-Quran yang disebutkan diatas ada bagian yang terlupa yaitu kita terpaku terhadap proses terbentuknya hujan yang Subhanallah ternyata sudah diberitakan sejak 1400 tahun yang lalu. Yang terlupa itu adalah lupa mensyukuri, dimana dijelaskan dalam ayat tersebut “..maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” Kita selalu lupa untuk bersyukur setiap kali hujan turun, malah kadang-kadang mengeluh karena banyak aktifitas terhambat gara-gara turunnya hujan. Apabila anda mengeluh ketika hujan turun maka sesuai dengan ayat diatas, Anda termasuk hambaNya yang tidak di kehendakiNya. Oleh sebab itu, apabila hujan turun Bergembiralah! jangan jadikan hujan sebagai alasan untuk tidak mengikuti kuliah saya🙂. Bergembiralah! supaya jadi hamba yang dikehendakiNya..

Sumber: http://www.republika.co.id dan catatan pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: