Gempa Tasikmalaya

Saat terjadi gempa berskala 7,3 tersebut saya sedang berada di jalan untuk pulang kerumah kira-kira 200 meter dari kantor. Soo ketika berada di lampu merah pertama, saya merasakan sedikit goyangan pada Miss Gray motor kesayangan saya. Saya kira ban belakang kempes, saat melihat orang-orang berhamburan keluar dari rumah dan pertokoan disamping kanan kiri, saya baru sadar telah terjadi sesuatu, karena rata-rata orang-orang yang berhamburan kejalan tersebut melindungi kepala dan mendongak keatas, saya pun melihat keatas mencari sesuatu di balik awan yang saat itu memang lagi mendung, saya berharap menemukan pesawat UFO! pikiran konyol pertama yang terlintas di kepala. Goyangan masih terasa, dan semakin dahsyat saat melihat tiang lampu merah bergoyang dengan hebat.  Tanpa pikir panjang, tanpa mempedulikan lampu merah yang menyala merah di tiang yang sedang bergoyang tersebut, saya kebut motor untuk satu tujuan..

Anak Istri di rumah adalah prioritas pertama.., sempat terpikir untuk mengabaikan mereka dan berniat mengeluarkan kamera saku di tas untuk merekam wajah-wajah shock dan isakan bercampur jerit, dan merekam moment runtuhnya sebuah rumah di samping kiri saya. Tapi otak cuma bisa berpikir untuk ngebut sampai kerumah.. mengabaikan kemungkinan insiden di jalan, saya hidupkan lampu motor, tekan klakson, tarik gas, meliuk-liuk diantara mobil-mobil yang berhenti sembarangan di tengah jalan dengan pintu terbuka. Saya merasa seperti Rosi mengejar WC..

Saat gempa kedua, kondisi jalan lagi macet-macetnya, penuh oleh orang-orang yang berhamburan kejalan menjauh dari gedung pertokoan bertingkat dua, yang mulai menjatuhkan benda-benda dari eternitnya. Entah kenapa saya menjadi lebih gesit dalam mengemudikan motor, yang gak kebayang bisa saya ulangi lagi menyisip diantara mobil, becak dan motor yang berebutan untuk lebih dulu mengisi ruas jalan yang kosong.. Keajaiban, dengan mudahnya saya melalui itu dan sampai di perapatan beberapa saat setelah rumah kedua runtuh dan debu menghalangi pandangan saya.. Pasrah.. saat pandangan jernih lagi saya hampir nabrak Polisi..

Memang jarak menuju rumah masih 1 kilometer lagi, tapi kondisi jalan agak lebih ramah, tidak banyak kendaraan di jalan, Gas Full..!! saat memasuki kawasan sekitar perum tempat rumah saya berada, kondisi biasa-biasa saja.. tidak banyak orang di jalan.. dan rumah-rumah masih kuat berdiri.. saya cuma butuh belokan terakhir untuk memastikan rumah tidak apa-apa, anak-istri tidak kenapa-kenapa.

Lutut menjadi lemas, mata sedikit berlinang tanda bersyukur.. saat rumah terlihat dan anak istri menunggu di luar rumah dengan para tetangga.. Alhamdulillah.. semua baik-baik saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: