Aku Nggak Benci FB, Cuma…

Banyak saudara-saudara, rekan, dan bahkan mahasiswa/wi saya bertanya mengenai apakah saya punya account di Facebook. Anda tahu Facebook? itu loh, situs pertemanan yang lagi trend “saat ini”. Ketika beberapa bulan yang lalu saya di tanya itu, dengan jujur dan bangga saya jawab, “Nggak Punya!” ini jawaban untuk orang yang tau kalo saya termasuk orang IT atau saya jawab “Aduh maaf, saya gak punya account di Facebook, pake internet nya aja gak bisa..” nah yang ini jawaban untuk orang yang saya perkirakan gak tahu kalo setiap hari saya selalu online selama 10 menit atau kadang-kadang 5 jam.

Untuk jawaban yang kedua, saya perkirakan akan muncul sebuah kesan di benak penanya bahwa saya ini gaptek, kuno, kolot, ketinggalan jaman, telat beredar dan lain sebagainyalah yang intinya menyamakan diri saya dengan seekor kura-kura, lambat! Jika saat ini anda sedang membaca blog saya, sudah pasti anda bukan bagian dari orang yang gaptek tersebut, Setuju! Nah untuk jawaban pertama, ini dimaksudkan untuk memancing pertanyaan berikutnya. Terbukti, setelah saya jawab dengan “Nggak Punya” biasanya dilanjutkan dengan pertanyaan “Naha kunaon?” artinya kurang lebih “Kenapa?” Nah ini baru pertanyaan yang asyik untuk dijawab dan diperdebatkan. Kenapa?

Sekitar 4 bulan lalu saya membuat account baru di GMail untuk tujuan membuat account di Facebook. Saya biarkan account tersebut kosong tanpa di isi apapun. Bahkan ketika beberapa hari lalu saya buka, saya perlu 3 jam untuk melakukan bermacam kombinasi password yang saya hapal untuk login ke Facebook. Pada awalnya, saya tidak begitu tertarik dengan Facebook, karena ada sesuatu yang mengganjal. Sampai saat ini, saya lebih tertarik terhadap bagaimana Facebook dibuat dan untuk apa dia ada selain sebagai situs jejaring sosial. Kalo dipikir-pikir sebenarnya bukan Facebook aja, masih ada yang lainnya seperti Friendster, Twitter.. Tapi mengapa Facebook yang terkenal? Terlepas dari kontroversi yang beredar seperti karena buatan seorang mahasiswa Israel dari Harvard tahun 2004, Mark Zuckerberg, yang konon hasil penjualan sahamnya sebagian digunakan untuk perang Israel. Itulah kehebatan produk-produk israel: terkenal, mewabah dan menjangkiti.

Jika boleh saya ceritakan: pernah ada beberapa orang yang sempat saya ajak ngobrol seputar penggunaan produk-produk israel, boleh dikata mereka menolak jika harus membeli bahkan menggunakannya, haram kata mereka. Tapi saat ditanya mengenai Facebook, mereka beralasan cuma memanfaatkan saja, memanfaatkan sarana komunikasi terbaru dan terkini dengan alasan supaya gak ketinggalan jaman. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa Facebook bisa dijadikan media komunikasi baru yang sanggup menjadi wadah silaturahmi. Betul-betul mengubah cara manusia berinteraksi sosial di era Informasi Maya.

Terus terang, mungkin saya adalah sebagian dari orang-orang yang kurang menyukai adanya Facebook, pada awalnya. Kesannya adalah “Kok, murahan sekali yaa..” padahal ada sarana komunikasi yang lebih sehat dan terjamin privasinya yaitu melalui email. Tapi kenapa orang lebih suka menulis di Wall untuk memberi komentar agar bisa di baca oleh semua orang. Mungkin ini rahasia yang ditawarkan Facebook yaitu daya tarik bersensasi Chatting. Bisa juga dikarenakan hasrat untuk mengekpresikan diri terakomodasi melalui Facebook seperti bisa melihat foto, ekspresi dan mengetahui aktifitas orang, mengetahui dan diketahui, mengomentari dan dikomentari tanpa ada yang melarang.

Terlepas dari itu semua, tanpa menghiraukan pandangan teman sejawat mengenai Facebook yang katanya, “Ikutan Facebook teh, kesannya kayak anak-anak..”, akhirnya saya melanjutkan account saya di Faceebook, itupun atas desakan sahabat dari Bandung. Hingga hari ini, ternyata Facebook mulai menjangkiti saya. Racunnya mulai menyebar di setiap waktu online saya. Rasanya seperti sedang Selingkuh (mudah-mudahan tidak akut dan tetap setia untuk selalu menulis di Blog ini). Tapi masih saja ada yang mengganjal..

Saya Nggak Benci Facebook, cuma.. ada satu hal yang mengganjal yaitu.. pergaulan di dunia maya berbeda dengan dunia nyata.. Pergaulan dunia maya tidak membutuhkan kehadiran secara fisik. Alloh menciptakan kita ini sebagai mahluk Sosial, yang membutuhkan pertemuan secara fisik berhadap-hadapan, face to face, eye to eye, kita membutuhkan itu untuk berkomunikasi secara langsung tanpa melalui suatu media supaya bisa mengasah perasaan (cinta, benci, senang, duka, marah), mengasah kewaspadaan, bisa mengenali orang, dan supaya bisa membaca emosi orang. Semua ini tidak bisa kita dapatkan melalui dunia maya. Jika terlalu mengandalkan komunikasi melalui dunia maya, saya takut hubungan kekerabatan antar manusia akan kehilangan keintimannya dan kehilangan pijakan di dunia nyata. Terus terang saja, beberapa hari menggunakan Facebook,  saya merasa seakan-akan memiliki banyak teman, padahal teman-teman itu hanya berinteraksi melalui dunia maya. Nggak kena gregetnya.. dari apa yang saya alami, bisa saya ambil kesimpulan meskipun menurut anda tidak tepat, setidaknya saya sudah mencoba untuk menyimpulkan dari apa yag saya tulis.. Kesimpulannya adalah jangan berlebihan terhadap Facebook, toh dia tidak ada dalam daftar 4 sehat 5 sempurna.. lebih baik mengutamakan yang 5 sebelum datang yang 5..

2 Responses to Aku Nggak Benci FB, Cuma…

  1. HeHeHe says:

    Ass….
    ya jangan keseringan buka facebook aja karena merugikan menghabiskan pulsa internet :)).. oh ya pa, kul sis. pakar minggu udah dimulai blom? Terima Kasih…🙂

  2. Kawahyu says:

    Pake smart internet lagi gratis sampe tanggal 2, lumayan kan. Semua perkuliahan saya dimulai tanggal 5 Setelah lebaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: